Selasa, 14 November 2017

Akhir Pendudukan Jepang

D. Berakhirnya Pendudukan Jepang  

1. Akibat Pendudukan Jepang di Indonesia
Pendudukan di lndonesia membawa dampak pada kehidupan masyarakat Indonesia, baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, pendudukan maupun di bidang birokrasi dan militer.
a. Bidang Politik
Dalam bidang politik. Jepang melakukan kebijakan dengan melarang penggunaan bahasa Belanda dan mewajibkan penggunaan bahasa Jepang. Sruktur pemerintahan dibuat sesuai dengan keinginan Jepang, misalnya desa dengan Ku, kecamatan dengan S), kawedanan dengan Gun, kota praja dengan S/i, kabupaten dengan Ken, dan karesidenan dengan Sin. Setiap upacara bendera dilakukan penghormatan kearah Tokyo dengan membungkukkan badan 90 derajat yang ditujukan pada Kaisar Jepang Tenno Heika
Seperti telah diterangkan di atas bahwa Jepang juga membentuk pemerintahan militer dengan angkatan darat dan angkatan laut. Angkatan darat yang meliputi Jawa Madura berpusat di Batavia. Sementara itu di Sumatera berpusat di Bukit tinggi, angkatan lautnya membawahi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Maluku, dan Irian, sebagai pusatnya di Ujung pandang. Pemerintahan itu berada dibawah pimpinan Panglima Tertinggi Jepang untuk Asia Tenggara yang berkedudukan di Dalat (Vietnam). Jepang juga membentuk organisasi organisasi dengan maksud sebagai alat propaganda. seperti Gerakan Tiga A dan Putera, tetapi gerakan tersebut gagal dan dimanfaatkan oleh kaum pergerakan sebagai wadah untuk pergerakan nasional. Tujuan utama pemerintah Jepang adalah menghapuskan pengaruh Barat dan menggalang masyarakat agar memihak Jepang. Pemerintah Jepang juga menjanjikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia yang diucapkan oleh Perdana Menteri Tojo dalam kunjungannya ke Indonesia pada September 1943. Kebijakan politik Jepang yang sangat keras itu membangkitkan semangat perjuangan rakyat Indonesia  terutama kaum nasionalis untuk segera mewujudkan cita cita mereka. yaitu lndonesia merdeka.
b. Keadaan Sosial-Budaya dan Ekonomi
Guna membiayai Berang Pasifik, Jepang mengerahkan semua tenaga kerja dari Indonesia. Mereka dikerahkan untuk membuat benteng-benteng pertahanan. Mula-mula tenaga kerja dikerahkan dari Pulau Jawa yang padat penduduknya. Kemudian di kota-kota dibentuk barisan romusa sebagai sarana propaganda-propaganda yang kuat itu menarik pemuda pemuda untuk bergabung dengan sukarela. Pengerahan tenaga kerja yang mulanya sukarela lama-lama menjadi paksaan. Desa-desa diwajibkan untuk menyiapkan sejumlah tenaga romusa Panitia pengerahan disebut dengan Romukyokai, yang ada disetiap daerah.
Para pekerja romusa itu diperlakukan dengan kasar dan kejam. Mereka tidak dijamin kehidupannya kesehatan dan makan tidak diperhatikan. Banyak pekerja romusa yang jatuh sakit dan meninggal. Untuk mengembalikan dataranya, Jepang mengadakan propaganda dengan menyebut pekerja romusa sebagai “pahlawan pekerja" atau “prajurit ekonomi". Mereka digambarkan sebagai sosok yang suci dalam menjalankan tugasnya. Para pekerja romusa itu juga dikirim ke Birma, Muangthai, Vietnam. Serawak, dan Malaya. Saat itu kondisi masyarakat menyedihkan. Bahan makanan sulit didapat akibat banyak petani yang menjadi pekerja romusa Gelandangan di kota kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, dan Semarang jumlahnya semakin meningkat. Tidak jarang mereka mati kelaparan di jalanan atau di bawah jembatan. Renyakit kudis menjangkiti masyarakat. Raw gelap tumbuh di kota kota besar. Barang barang keperluan amt didapatkan dan semakin sedikit jumlahnya Uang yang dikeluarkan Jepang tidak ada jaminannya, bahkan mengalami inflasi yang parah. Bahan bahan pakaian sulit didapatkan, bahkan masyarakat menggunakan karung goni sebagai bahan pakaian mereka, obat-obatan juga sangat sulit didapatkan.
   Semua objek vital dan alat alat produksi dikuasai dan diawasi sangat ketat oleh pemerintah Jepang mengeluarkan peraturan untuk menjalankan perekonomian. Perkebunan perkebunan diawasi dan dipegang sepenuhnya oleh pemerintah Jepang. Banyak perkebunan yang dirusak dan diganti tanamannya untuk keperluan biaya perang. Rakyat dilarang menanam tebu dan membuat gula. Beberapa perusahaan Jepang yang menangani pabrik gula adalah Meijk melakukan pekerjaan yang dinilai berguna bagi masyarakat luas seperti memperbaiki jalan. saluran air, atau menanam pohon jarak. Mereka melakukannya secara bergantian. Untuk menjalankan tugas tersebut dengan baik, maka dibentuklah tonarigumi (rukun tetangga) untuk memobilisasi masa dengan efektif.
     Sementara itu, proses komunikasi antar komponen bangsa di Indonesia mengalami kesulitan baik komunikasi antar pulau maupun komunikasi dengan dunia luar, karena semua saluran komunikasi dikendalikan oleh Jepang. Semua nama-nama kota yang menggunakan bahasa Belanda diganti dengan Bahasa Indonesia, seperti Batavia menjadi Jakarta dan Buitenzorg menjadi Bogor. Sementara itu, untuk mengawasi karya para seniman agar tidak menyimpang dari tujuan Jepang, maka didirikanlah pusat kebudayaan padatanggal 1 April 1943 di Jakarta. yang bernama Keimun Bunka Sidosho.
   Jepang yang mula-mula disambut dengan senang hati, kemudian berubah menjadi kebencian. Rakyat bahkan lebih benci pada pemerintah Jepang dan pada pemerintah Kolonial Belanda. Jepang seringkali bertindak sewenang - wenang. Seringkali rakyat yang tidak bersalah ditangkap, ditahan, dan disiksa. Kekejaman itu dilakukan oleh kempetai (polisi militer Jepang). Pada masa pendudukan Jepang banyak gadis dan perempuan Indonesia yang ditipu oleh Jepang dengan dalih untuk bekerja sebagai perawat atau disekolahkan, tetapi dipaksa menemani para kempetai. Para gadis dan perempuan tersebut disekap dalam kamp kamp yang tertutup sebagai wanita penghibur. Kamp- kamp tersebut dapat ditemukan di Solo, Semarang, takana, dan Sumatera Barat.
c. Pendidikan
        Pada masa pendudukan Jepang. keadaan pendidikan di Indonesia semakin memburuk. Pendidikan tingkat dasar hanya satu, yaitu pendidikan enam tahun. Hal itu sebagai politik Jepang untuk memudahkan pengawasan. Para pelajar wajib mempelajari bahasa Jepang. Mereka juga harus mempelajari adat istiadat Jepang dan lagu kebangsaan Jepang, Keigayo, serta gerak badan sebelum pelajaran dimulai. Bahasa |ndonesia mulai digunakan sebagai bahasa pengantar di semua sekolah dan dianggap sebagai mata pelajaran wajib.
Sementara itu, perguruan tinggi di tutup pada tahun 1943. Beberapa perguruan tinggi yang dibuka lagi adalah Parguruan Tinggi Kedokteran (Ika Daigaku) di Jakarta adan perguruan Tinggi Teknik (Kogyo Daigaku) di Bandung. Jepang juga membuka Akademi Pamong Fiiaja (Konkoku Gakuin) di Jakarta, serta Perguruan Tinggi Hewan di Bogor. Pada saat itu. perkembangan perguruan tinggi benar benar mengalami kemunduran, satu hal keuntungan pada masa Jepang adalah penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Melalui sekolah sekolah itulah Jepang melakukan indoktrinasi Menurut Jepang, pendidikan kader kader dibentuk untuk memelopori dan melaksanakan konsepsi kemakmuran Asia Raya. Namun, bagi bangsa Indonesia tugas berat itu merupakan persiapan bagi pemuda pemuda terpelajar untuk mencapai kemerdekaan.
        Para pelajar juga dianjurkan untuk magik militer. Mereka diajarkan Heiho atau sebagai pembantu prajurit. Pemuda-pemuda juga dianjurkan masuk barisan Seinendan dan Keibodan (pembantu polis). Mereka dilatih baris berbaris dan perang meskipun hanya bersenjatakan kayu. Dalam Seinendan mereka dijadikan barisan pelopor atau wisintai. Barisan pelopor itu mendapat pelatihan yang berat. Latihan militer itu kelak sangat berguna bagi bangsa kita.
d. Birokrasi dan Militer
     Dalam bidang birokrasi, dengan dikeluarkannya UU no. 27 tentang Aturan Pemerintah Daerah dan UU No. 28 tentang Aturan Pemerintah S/u dan Tokubetdiu S/i. maka berakhirlah pemerintahan sementara. Kedua aturan itu merupakan pelaksanaan struktur pemerintahan dengan datangnya tenaga sipil dari Jepang di Jawa. Mereka ditempatkan di Jawa untuk melakukan tujuan reorganisasi pemerintahan Jepang, yang memadukan Jawa sebagai pusat perbekalan perang di wilayah selatan.
      Sesuai dengan undang undang itu. seluruh kota di Jawa dan Madura. kecuali Surakarta dan Yogyakarta. dibagi atas syu, syi, ken, gun, son. dan ku. Pembentukan provinsi yang dilakukan Belanda diganti dan disemaikan dengan struktur Jepang, daerah pemerintahan yang tertinggi yaitu Siu. Meskipun luas Wilayah Stu sebesar keresidenan, namun fungsinya berbeda. Apabila residen merupakan pembantu gubernur, maka syu adalah pemerintah otonomi di bawah shucokan yang berkedudukan sama dengan gubernur. Pada masa pendudukan Jepang juga dibentuk Chou sangi in yang tugasnya tidak jauh berbeda dengan Volksraad. Dalam Volksraad masih dapat dilakukan kritik pemerintah dengan bebas Sementara Chou sang In tidak dapat melakukan masa penjajahan sebelumnya dengan masa pendudukan Jepang yaitu rakyat Indonesia mendapatkan manfaat pengalaman dan bidang ketentaraan, bidang pertahanan, dan keamanan. Mereka mendapat kesempatan untuk berlatih militer. Mulai dari dasar dasar militer. baris berbaris latihan menggunakan senjata, hingga organisasi militer. dan latihan perang. Melalui propagandanya, Jepang berhasil membujuk penduduk untuk menghadapi Sekutu. Oleh karena itulah, mereka melatih penduduk dengan latihan latihan militer. Bekas pasukan PETA itulah yang menjadi kekuatan inti Badan Keamanan Rakyat (BKR), yang menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan sekarang dikenal dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
2. Janji Kemerdekaan
Pada tahun 1944, Jepang terdesak, Angkatan Laut Amerika Serikat berhasil merebut kedudukan penting Kepulauan Mariana, sehingga jalan menuju Jepang semakin terbuka. Jenderal Hideki Tojo pun kemudian digantikan oleh Jenderal Kuniaki Kaiso sebagai perdana menteri. Angkatan udara Sekutu yang di Morotai pun mulai mengadakan pengeboman atas kedudukan Jepang di Indonesia. Rakyat mulai kehilangan kepercayaannya terhadap Jepang dalam melawan Sekutu.
Sementara itu Jenderal Kuniaki Kaiso memberikan janji kemerdekaan (September 1944). Sejak itulah Jepang memberikan izin kepada rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih di samping bendera Jepang Hinomaru. Lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan setelah lagu Kimigayo. Sejak itu pula Jepang mulai mengerahkan tenaga rakyat Indonesia untuk pertahanan. Mereka disiapkan untuk menghadapi musuh. Pada saat itu suAsiana kemerdekaan terasa semakin dekat.
Selanjutnya, Letnan Jenderal Kumakici Harada mengumumkan dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan lndonesia (BPUPKI) pada 1 Maret 1945. Badan itu dibentuk untuk menyelidiki dan mengumpulkan bahan-bahan penting tentang ekonomi. politik, dan tatanan pemerintahan sebagai persiapan kemerdekaan Indonesia. Badan itu diketuai oleh dr. K.RT. Radjiman Wedyodiningrat, RP Suroso sebagai wakil ketua merangkap kepala Tata Usaha dan seorang Jepang sebagai wakilnya Tata Usaha, yaitu Maaida Toyohiko dan Mr. R M. Abdul Gatar Hinggodigdo. Semua anggotanyaterdiri dari 60 orang dari tokoh-tokoh Indonesia, ditambah tujuh orang Jepang yang tidak punya suara
Sedang BPUPKI dilakukan dua tahap. tahap pertama berlangan pada 28 Mei 1945 sampai 1 Jini1945.Sdang pertamatersebut dilakukan di Gedung Chou Siangi In di Jakarta yang sekarang dikenal sebagai Gedung Pancasila Pada masa penjajahan Belanda gedung ini digunakan sebagai gedung Volksraad. Meskipun badan itu dibentuk oleh pemerintah militer Jepang jalannya persidangan baik wakil ketua maupun anggota istimewa dari kebangsaan Jepang tidak pernah terlibat dalam pembicaraan persiapan kemerdekaan. Semua hal yang berkaitan dengan masalah-masalah kemerdekaan Indonesia merupakan urusan pemimpin dan anggota dari lndonesia
Pada pidato sidang BPUPKI, Radjiman menyampaikan pokok persoalan mengenai Dasar Negara Indonesia yang akan dibentuk. Pada sidang tahap kedua yang berlangsung dari tanggal 10 11 Jini 1945. dibahas dan dirumuskan tentang Undang Undang Dasar. Dalam kata pembukaannya Rajiman Wedyodiningrat meminta pandangan kepada para anggota mengenai dasar negara Indonesia. Orang orang yang membahas mengenai dasar negara adalah Muhammad Yamin, Supomo, dan Soekarno
Dalam sidang pertama, Soekarno mendapat kesempatan berbicara dua kali, yaitu tanggal 31 Mei dan 1 1945. Namun pada saat itu, seperti apa yang disampaikan oleh Radjiman. selama dua hari berlangsung rapat. belum ada yang menyampaikan pidato tentang dasar negara. Menanggapi hal itu pada tanggal 1 …Lini pukul 11.00 WIB, Sikamo menyampaikan pidato pentingnya dasar negara dan landAsian filosofi dan suatu negara merdeka Pada mat itu. Gedung Chuo Siangi ln mendapat penjagaan ketat dari tentara Jepang. Sidang saat itu dinyatakan tertutup hanya beberapa wartawan dan orang tertentu yang diizinkan masuk. Dalam pidatonya, Soekarno mengusulkan dasar dasar negara. Pada mulanya Soekarno mengusulkan Panca Dharma. Nama Panca Dharma dianggap tidak tepat. karena Dharma berani kewajiban, sedangkan yang dimaksudkan adalah dasar. Soekarno kemudian meminta saran pada seorang teman, yang mengerti bahasa sehingga dinamakan dengan Pancasila pancasila, sila artinya azas atau dasar dan di atas kelima dasar itu didirikan Negara lndonesia supaya kekal dan abadi.
Pidato Soekarno itu mendapat sambutan sangat meriah tepukan tangan para peserta, suatu sambutan yang belum pernah terjadi selama peradangan BPUPKI. Para wartawan mencatat sambutan yang diucapkan Soekarno itu dengan cermat. Cindy Adam. penulis buku autobiografi Soekarno, menceritakan bahwa ketika ia diasingkan di Bide, Flores (saat ini menjadi Provinsi Nusa Tenggara Timur) pada tahun 19341937. Soekarno sering merenung tentang dasar negara Indonesia Merdeka, di bawah. Soekarno juga menjadi pembicara kedua. Ia mengemukakan tentang lima dasar negara Uma dasar itu adalah (1) Kebangsaan Indonesia. (2) lnternasonalisme atau Peri Kemanusiaan. (3) Mufakat atau Demokrasi. (4) Kesejahteraan Sosial, (5) Ketuhanan Yang Maha Esa Pidato itu kemudian dikenal dengan Pancasila.

Sementara itu Muh.Yamin dalam pidatonya juga mengemukakan Azas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik lndoneeia. Menurut Yamin ada lima azas yaitu ( 1) Peri Kebangsaan, (2) Peri Kemanusian, (3) Hari Ketuhanan. (4) Hari Kerakyatan. dan (5) Kesejahteraan rakyat.

1 komentar: